Rabu, 07 Mei 2014

Preview Movie : Hide And Seek



Judul: Hide And Seek
Director: Huh Jung
Writer: Huh Jung
Genre: Thriller / Mystery
Rilis: 14 Agustus 2013
Distributor: Next Entertaiment World
Durasi: 107 menit

Film thriller mystery karya director Huh Jung sekaligus film perdananya dalam debutnya segabai seorang director, berkat film ini dia meraih Best New director di 2013 (33rd) Korean Association of Film Critics Awards, film yang berhasil menjadi Box office dan masuk jajaran 10 film terlaris di tahun 2013 dengan mengantongi jumlah penonton sebanyak 5,6 juta penonton.



 Film dengan tema sebuah keluarga yang hidup di sebuah apartement mewah yang selalu mendapat terror dari orang aneh yang menggangu kenyamana dan keamanan mereka sekeluarga, film dengan main cast Son Hyun Joo (Secretly Greatly, The Devil's Game dll), Jeon Mi Sun (Wedding dress, mother dll) dan Moon Jung Hee (Deranged, Cafe Noir dll).

Film ini berkisah tentang seorang ayah bernama Sung Woo (Son hyun Joo) seorang yang menderita depresi berat karena masa lalunya, dia selalu mengkonsumsi obat psikiatrik karena tidak bisa melupakan kesalahan yang pernah dilakukannya di masa lalu terhadap kakak laki-lakinya, rasa bersalah itu terus menghantuinya setiap hari, hingga suatu hari dia bersama istri dan kedua anaknya mencari kakanya di sebuah rusun kumuh tempat kakanya tinggal, istrinya yang diperankan Jeon Mi Sun selalu suport suaminya, dia faham betul apa yang dirasakan suaminya yang hendak memperbaiki hubungannya dengan kakanya dan mengakui kesalahan dengan meminta maaf terhadapnya, namun apa yang terjadi di rusun tempat kakaknya tinggal terdapat banyak kejanggalan di sana, seorang tetangga dari kakanya yang mengetahui bahwa mereka akan menemui orang yang bernama Baek Song Chul (nama kakanya Sung woo) tiba-tiba mengusir mereka dengan nada yang penuh ketakutan setelah mendengar nama itu.

Sepulang mencari kakanya keanehanpun menimpa keluarga mereka dan main lama semakin sering terjadi, seseorang yang berjacket berikut memakai helmet beserta payung hitam ditangannya tidak henti-hentinya menterror keluarga mereka, ketidaktenangan dalam keluarganya makin bertambah-tambah karena terror makin lama makin bertambah mengerikan dan sekarang keselamatan keluarganya terancam, apa yang sebenarnya terjadi? siapakah sosok orang berjacket memakai helmet dengan payung hitam ditangannya itu? bagaimanakah mereka menghadapi terror yang mengerikan itu? mistery apa yang sebenarnya terjadi? penasaran? tentu saja anda harus menontonnya sendiri.

 Sebuah film thriller berbalut mystery yang mampu memberikan kita ketegangan, tensinya dibangun dengan sangat baik, Son Hyun Joo mampu memerankan karakternya dengan baik sebagai seorang ayah yang memiliki masa lalu yang buruk, kesalahan yang pernah dilakuakannya di masa lalu membuatnya terpuruk akan ketakutan yang luar biasa, depresi berat berikut halusianasi yang selalu menimpanya membuat hidunya tidak tenang, kecemasan berlebihan yang dialamainya menjadikan dirinya pengidap OCD (Obsessive Compulsive Disorder) maniak bersih-bersih dan tidak tahan jika melihat sesuatu yang kotor dan berantakan di hadapannya.

Huh Jung cukup berhasil mengajak penonton menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi, membuat kita menebak-nebak mystery apa yang sebenarnya tersembunyi dan menebak-nebak siapa sosok misterius tersebut, film thriller yang mampu mendistruct penonton pada banyak hal dan itu cukup effective membuat kita terkejut dengan kemunculan twist di akhir cerita, cukup kental akan nuansa mystery yang menghadapkan penonton terhadap sebuah rahasia besar yang harus dikuak kepermukaan, hanya saja kenapa begini dan kenapa begitu pertanyaan-pertanyaan itu datang berkali-kali ada beberapa factual error muncul disana yang tentu saja itu terkesan aneh, why? mungkin bagi mereka yang terlalu focus akan keseraman dan rasa takut yang terjadi disini, meraka tidak akan menyadari bahwa banyak hal ganjil yang sulit dicari rasionalnya dan tentu saja dibalik semua kelebihan berikut kekurangan yang ada, bagi pencinta film thriller sayang jika melewatkan film yang satu ini, karena selain anda dibuat mencekam dengan terror-terror mengerikan, anda juga akan dihadapkan pada twist ending yang menunggu anda di akhir cerita.

Pakai Kacamata Biru Saja


Ibda
binafsika, dimulai dari diri sendiri. Apa yang harus kita dimulai dari diri sendiri? Semuanya. Sejak awal, semuanya kita mulai dari diri kita. Sebelum kita menjelajahi tempat-tempat yang jauh di bumi ini, kita memulainya dengan gerakan jatuh-bangun, merangkak, lalu jatuh lagi, di tempat kita berdiri. Alhasil, jarak yang jauh terbentang itu bukanlah masalah, karena sejak dini kita telah memulainya dari diri sendiri.
Kitalah yang memulai segalanya, sementara orang di sekitar kita sekadar memberi pancingan saja. Proses ini memberikan pelajaran bahwa kalau kita ingin orang lain mendukung diri kita, mulailah dukungan itu dari diri kita. Soalnya, segala sesuatu dalam hidup ini punya abjad, dan abjad A-nya berada di dalam diri kita. Kitalah pencipta dukungan itu yang kemudian diterima oleh orang lain untuk diperkuat. So, kalau kita berbuat sesuatu lalu orang lain tidak bereaksi, jangan cepat cepat bilang “tidak ada yang mendukung”, sebab bisa jadi persoalannya adalah dukungan itu belum kita ciptakan, jadi bagaiman orang mau memberikan dukungannya.


Kalau kita ingin seluruh dunia berwarna biru, misalnya, tindakan yang kita lakukan bukanlah dengan menyuruh semua orang untuk memakai baju biru sambil mengecat seluruh tembok dan jalanan dengan cat biru. Ini tentu susah dan bermasalah. Yang mudah adalah, pakai saja kacamata berwarna biru. So, kita akan melihat seluruh dunia berwarna biru. Ini sama saja jika kita ingin seluruh dunia berbau harum. Caranya bukan dengan menyemprotkan parfum ke seluruh tempat di jagat raya ini. Cukup sapukan setetes minyak wangi di hidung kita, maka semuanya akan tercium harum.


Nah, akhirnya, ibda binafsika  juga berarti memperlakukan siapa saja sama seperti kita memperlakukan diri kita sendiri. Kalau kitatidak ingin disakiti, seperti itu jugalah keinginan orang lain. Kita pasti tidak akan menyakiti orang lain, kalau kita mulai untuk tidak menyakiti orang lain dari diri kita sendiri; tidak sekedar omdo, basa-basi, sok menasihati, formalitas, apalagi tipu muslihat.



Majalah Annida No.3/XVI Edisi Nopember 2006