Rabu, 07 Mei 2014

Preview Movie : Hide And Seek



Judul: Hide And Seek
Director: Huh Jung
Writer: Huh Jung
Genre: Thriller / Mystery
Rilis: 14 Agustus 2013
Distributor: Next Entertaiment World
Durasi: 107 menit

Film thriller mystery karya director Huh Jung sekaligus film perdananya dalam debutnya segabai seorang director, berkat film ini dia meraih Best New director di 2013 (33rd) Korean Association of Film Critics Awards, film yang berhasil menjadi Box office dan masuk jajaran 10 film terlaris di tahun 2013 dengan mengantongi jumlah penonton sebanyak 5,6 juta penonton.



 Film dengan tema sebuah keluarga yang hidup di sebuah apartement mewah yang selalu mendapat terror dari orang aneh yang menggangu kenyamana dan keamanan mereka sekeluarga, film dengan main cast Son Hyun Joo (Secretly Greatly, The Devil's Game dll), Jeon Mi Sun (Wedding dress, mother dll) dan Moon Jung Hee (Deranged, Cafe Noir dll).

Film ini berkisah tentang seorang ayah bernama Sung Woo (Son hyun Joo) seorang yang menderita depresi berat karena masa lalunya, dia selalu mengkonsumsi obat psikiatrik karena tidak bisa melupakan kesalahan yang pernah dilakukannya di masa lalu terhadap kakak laki-lakinya, rasa bersalah itu terus menghantuinya setiap hari, hingga suatu hari dia bersama istri dan kedua anaknya mencari kakanya di sebuah rusun kumuh tempat kakanya tinggal, istrinya yang diperankan Jeon Mi Sun selalu suport suaminya, dia faham betul apa yang dirasakan suaminya yang hendak memperbaiki hubungannya dengan kakanya dan mengakui kesalahan dengan meminta maaf terhadapnya, namun apa yang terjadi di rusun tempat kakaknya tinggal terdapat banyak kejanggalan di sana, seorang tetangga dari kakanya yang mengetahui bahwa mereka akan menemui orang yang bernama Baek Song Chul (nama kakanya Sung woo) tiba-tiba mengusir mereka dengan nada yang penuh ketakutan setelah mendengar nama itu.

Sepulang mencari kakanya keanehanpun menimpa keluarga mereka dan main lama semakin sering terjadi, seseorang yang berjacket berikut memakai helmet beserta payung hitam ditangannya tidak henti-hentinya menterror keluarga mereka, ketidaktenangan dalam keluarganya makin bertambah-tambah karena terror makin lama makin bertambah mengerikan dan sekarang keselamatan keluarganya terancam, apa yang sebenarnya terjadi? siapakah sosok orang berjacket memakai helmet dengan payung hitam ditangannya itu? bagaimanakah mereka menghadapi terror yang mengerikan itu? mistery apa yang sebenarnya terjadi? penasaran? tentu saja anda harus menontonnya sendiri.

 Sebuah film thriller berbalut mystery yang mampu memberikan kita ketegangan, tensinya dibangun dengan sangat baik, Son Hyun Joo mampu memerankan karakternya dengan baik sebagai seorang ayah yang memiliki masa lalu yang buruk, kesalahan yang pernah dilakuakannya di masa lalu membuatnya terpuruk akan ketakutan yang luar biasa, depresi berat berikut halusianasi yang selalu menimpanya membuat hidunya tidak tenang, kecemasan berlebihan yang dialamainya menjadikan dirinya pengidap OCD (Obsessive Compulsive Disorder) maniak bersih-bersih dan tidak tahan jika melihat sesuatu yang kotor dan berantakan di hadapannya.

Huh Jung cukup berhasil mengajak penonton menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi, membuat kita menebak-nebak mystery apa yang sebenarnya tersembunyi dan menebak-nebak siapa sosok misterius tersebut, film thriller yang mampu mendistruct penonton pada banyak hal dan itu cukup effective membuat kita terkejut dengan kemunculan twist di akhir cerita, cukup kental akan nuansa mystery yang menghadapkan penonton terhadap sebuah rahasia besar yang harus dikuak kepermukaan, hanya saja kenapa begini dan kenapa begitu pertanyaan-pertanyaan itu datang berkali-kali ada beberapa factual error muncul disana yang tentu saja itu terkesan aneh, why? mungkin bagi mereka yang terlalu focus akan keseraman dan rasa takut yang terjadi disini, meraka tidak akan menyadari bahwa banyak hal ganjil yang sulit dicari rasionalnya dan tentu saja dibalik semua kelebihan berikut kekurangan yang ada, bagi pencinta film thriller sayang jika melewatkan film yang satu ini, karena selain anda dibuat mencekam dengan terror-terror mengerikan, anda juga akan dihadapkan pada twist ending yang menunggu anda di akhir cerita.

Pakai Kacamata Biru Saja


Ibda
binafsika, dimulai dari diri sendiri. Apa yang harus kita dimulai dari diri sendiri? Semuanya. Sejak awal, semuanya kita mulai dari diri kita. Sebelum kita menjelajahi tempat-tempat yang jauh di bumi ini, kita memulainya dengan gerakan jatuh-bangun, merangkak, lalu jatuh lagi, di tempat kita berdiri. Alhasil, jarak yang jauh terbentang itu bukanlah masalah, karena sejak dini kita telah memulainya dari diri sendiri.
Kitalah yang memulai segalanya, sementara orang di sekitar kita sekadar memberi pancingan saja. Proses ini memberikan pelajaran bahwa kalau kita ingin orang lain mendukung diri kita, mulailah dukungan itu dari diri kita. Soalnya, segala sesuatu dalam hidup ini punya abjad, dan abjad A-nya berada di dalam diri kita. Kitalah pencipta dukungan itu yang kemudian diterima oleh orang lain untuk diperkuat. So, kalau kita berbuat sesuatu lalu orang lain tidak bereaksi, jangan cepat cepat bilang “tidak ada yang mendukung”, sebab bisa jadi persoalannya adalah dukungan itu belum kita ciptakan, jadi bagaiman orang mau memberikan dukungannya.


Kalau kita ingin seluruh dunia berwarna biru, misalnya, tindakan yang kita lakukan bukanlah dengan menyuruh semua orang untuk memakai baju biru sambil mengecat seluruh tembok dan jalanan dengan cat biru. Ini tentu susah dan bermasalah. Yang mudah adalah, pakai saja kacamata berwarna biru. So, kita akan melihat seluruh dunia berwarna biru. Ini sama saja jika kita ingin seluruh dunia berbau harum. Caranya bukan dengan menyemprotkan parfum ke seluruh tempat di jagat raya ini. Cukup sapukan setetes minyak wangi di hidung kita, maka semuanya akan tercium harum.


Nah, akhirnya, ibda binafsika  juga berarti memperlakukan siapa saja sama seperti kita memperlakukan diri kita sendiri. Kalau kitatidak ingin disakiti, seperti itu jugalah keinginan orang lain. Kita pasti tidak akan menyakiti orang lain, kalau kita mulai untuk tidak menyakiti orang lain dari diri kita sendiri; tidak sekedar omdo, basa-basi, sok menasihati, formalitas, apalagi tipu muslihat.



Majalah Annida No.3/XVI Edisi Nopember 2006



Minggu, 20 April 2014

Lidah Mertua Si Penangkal Radiasi

Lidah mertua masuk ke Indonesia sekitar tahin 1980-an dengan jenis laurentii dan trifasciata. Pamor lidah mertua semakin meroket karena penelitian NASA yang menyebutkan, bahan aktif pregnan glikosida yang terdapat di lidah mertua mampu menyerap 107 unsur yang terkandung dalam polusi udara. Maka, tidak salah kalau kita dianjurkan untuk meletakkan lidah mertua di dalam ruangan.

Selain bisa menghilangkan polusi, bentuknya yang meninggi dan tumbuh bergerombol membuat sebagian orang menjadikan tanaman ini sebagai pagar. Dibalik bentuk yang sederhana itu, lidah mertua juga dimanfaatkan menjadi benang dan bahan anyaman. Bahkan seratnya ada yang ditenun unutuk dijadikan pakaian. Pabrik tenun di Filipina misalnya, menggunakan serat lidah yang dikombinasikan dengan serat nanas sebagai bahan baku kain.

Di beberapa negara maju, lidah mertua digunakan sebagai bahan dasar parfum. Bila ingin membuktikan aromanya, cobalah berdiri di dekat lidah mertua saat sore hari. Tanaman ini akan menghasilkan wewangian. Terlebih ketika berbunga.

Antipolutan
Banyak kota–kota di dunia memiliki kualitas udara yang buruk. Zat-zat pencemar udara yang paling sering dijumpai di lingkungan perkotaan adalah SO2, NO dan NO2, CO, O3, SPM (Suspended Particulate Matter) dan Pb (Lead). Polutan-polutan tersebut juga menyebabkan hujan asam, global warming, dan anomali iklim El Nino-La Nina yang merusak lingkungan hidup. Hal ini menyebabkan filter polutan secara alami sudah jauh berkurang sehingga menyebabkan kanker paru (Bronchogenic Carsinomas).

Kanker paru di Indonesia menduduki peringkat 4 kanker terbanyak dengan prognosis buruk. Kanker paru di perkotaan dapat disebabkan oleh paparan polutan (xenobiotik). Polutan yang gagal dimetabolisme dengan metabolisme xenobiotik akan menyebabkan mutasi pada gen supresor tumor. Mutasi menyebabkan penonaktifan gen supresor tumor seperti gen p53. Akibat hal ini maka sel paru menjadi sel kanker berprofeliferasi sehingga menyebabkan terjadinya kanker paru.

Dari hasil studi literatur diketahui bahwa tanaman lidah mertua (Sansevieria sp) memiliki zat aktif pregnane glikosid (Purwanto, 2006). Polutan yang telah diserap kemudian dikirim ke akar, pada bagian akar, mikroba melakukan proses detoksifikasi. Proses detoksifikasi ini mempergunakan zat aktif pregnane glikosid. Melalui proses ini, mikroba akan menghasilkan suatu zat yang diperlukan oleh tanaman seperti asam amino, gula, dan asam organik. Setelah didetoksifikasi juga dihasilkan udara yang telah bersih.

Sansevieria sp mampu menyerap polutan derivat hidrokarbon seperti formaldehid sebanyak 0,938 mikrogram/jam, jadi untuk ruangan 100 m2 cukup ditempatkan Sansevieria laurentii dewasa berdaun 4-5 helai. Untuk ruangan dengan volume 100 m3 (panjang x lebar x tinggi = 5 x 5 x 4 m3) dapat ditempatkan Sansevieria dewasa sebanyak 5 helai sebagai penetralisir udara tercemar agar ruangan tersebut bebas polutan.

Konsep ecocity mampu menyediakan lahan hijau terbuka yang lebih luas untuk ditanami Sansevieria sp sehingga bisa mendukung untuk mengoptimalkan fungsi Sansevieria sp. Selian itu kosen ini mampu meningkatkan kesdaran masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan.

Penangkal Radiasi
Tanpa kita sadari, sebenarnya kita dikelilingi oleh berbagai radiasi. Aktivitas yang kita lakukan dimana pun seperti di kantor, di lapangan, di rumah, di pasar dan lain tempat, ternyata selalu ada radiasi. Radiasi yang ada di sekitar kita ini dihasilkan oleh berbagai sumber energi. Listrik, peralatan elektronik, panas, cahaya dan berbagai gelombang elektromagnetik merupakan sumber radiasi yang sangat dekat.

Radiasi dalam istilah fisika, pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi yang telah disebutkan di atas ke lingkungan sekitarnya tanpa memerlukan media. Sedangkan dalam istilah sehari-hari, radiasi selalu diasosiasikan sebagai radioaktif dan salah satu sumber radiasi pengion seperti reactor nuklir. Selain radiasi, banyak energi yang bisa dipindahkan dengan cara konduksi, kohesi dan konveksi.Radiasi sendiri terbagi menjadi dua golongan yaitu radiasi yang bersumber dari alam dan radiasi yang berasal dari buatan manusia.

Ada tiga sumber utama radiasi yang bersumber dari radiasi alam (bukan buatan manusia) yaitu :
1. Sumber radiasi kosmis
Berasal dari luar angkasa, sebagian dari ruang antar bintang dan juga matahari dengan berbagai jenis sinarnya. Radiasi dari sinar matahari mengandung energi yang sangat tinggi terutama sinar ultra violet. Apabila berinteraksi dengan inti atom stabil di atmosfir dapat membentuk inti radioaktif seperti Carbon-14, Helium-3, Natrium-22 dan Be-7. Besarnya tingkat radiasi dapat dipengaruhi oleh letak geografis suatu wilayah, ketinggian tempat dan langsung atau tidaknya radiasi diterima.
2. Sumber radiasi terrestrial
Secara alami radiasi dipancarkan oleh radionuklida dalam kerak bumi yang sudah ada sejak bumi terbentuk. Jenisnya adalah deret uranium, yaitu peluruhan berantai mulai Uranium-238, Plumbum-206, deret Actinium (U-235, Pb-207) dan deret Thorium (Th-232, Pb-208). Radiasi terbesar yang diterima manusia berasal dari Radon (R-222) dan Thoron (Ra-220) sebab kedua nuklida ini berbentuk gas sehingga mampu menyebar kemana-mana. Tingkat radiasi yang dipancarkan dipengaruhi oleh konsentrasi radiasi yang terdapat di kerak bumi, seperti di Pocos de Caldas dan Guarapari dari Brazil. Kemudian Kerala dan Tamil Madu di India serta Ramsar di Iran. Tempat tersebut memiliki pancaran radiasi di atas rata-rata.
3. Sumber radiasi internal yang berasal dari tubuh manusia sendiri
Sejak lahir manusia sudah mempunyai sumber radiasi, namun bisa dihasilkan oleh makanan, pernapasan dan luka yang terjadi di tubuh. Radiasi internal ini terutama diterima dari radionuklida C-14, H-3, K-40 dan Radon. Selain itu juga Pb-210 dan Po-210 yang terdapat pada ikan dan kerang-kerangan. Sedangkan buah-buahan biasanya mengandung radiasi dari unsur K-40.

Di samping radiasi yang berasal dari alam ada juga sumber radiasi yang dibuat manusia. Ini yang sering mendatangkan bahaya besar. Radiasi buatan telah diproduksi manusia sejak abad ke-20 dengan ditemukannya sinar-X oleh WC Rontgen. Saat ini banyak sekali jenis sumber radiasi buatan manusia baik yang berupa zat radioaktif atau sumber pembangkit radiasi lainnya seperti mesin sinar-X, komputer dll.Radioaktif dibuat berdasarkan reaksi inti antara nuklida yang tidak radioaktif dengan neutron yang biasa disebut dengan reaksi fisi di dalam reactor atom. Radiasi buatan ini bisa memancarkan gelombang alpha, beta, gamma dan neutron.

Belakangan tren yang berkembang adalah adanya reactor nuklir yang bisa mengakibatkan efek buruk apabila terjadi kebocoran atau ledakan pada reaktornya. Tak sedikit pula yang mengembangkannya menjadi senjata dengan berbagai jenisnya.Pengalaman di Perang Dunia Kedua menunjukkan bahwa bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki Jepang sanggup memusnahkan kota dalam waktu sekejap saja. Radiasi yang ditimbulkannya berakibat sangat buruk pada diri manusia. Demikian pula dengan ledakan di reactor nuklir Chernobyl dampaknya sangat dirasakan oleh mereka yang bertempat tinggal di sekitar kawasan itu. Jadi sesungguhnya kita selalu bersentuhan dengan radiasi dengan tingkat pancaran yang berbeda-beda.

Cahaya matahari, komputer, televisi, handphone, dan peralatan elektronik lainnya yang memancarkan gelombang elektromagnetik merupakan sumber radiasi yang sudah lekat dalam kehidupan dan aktivitas kita. Demikian pula dengan peralatan perang serta alat kedokteran modern yang memanfaatkan gelombang cahaya.Besarnya radiasi yang boleh diterima oleh mereka yang bekerja di lingkungan radiasi tidak boleh melebihi 50 milisievert per tahun. Sedangkan bagi masyarakat pada umumnya tak melebihi dari 5 milisievert per tahun. Jika melebihi dari angka di atas dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi kesehatan diri manusia itu sendiri. Demikian ketentuan dari International Atomic Energy Agency (IAEA)Karena radiasi sangat lekat dalam kehidupan, maka kita perlu menjaga diri agar radiasi yang terdapat di sekeliling kita itu tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Usaha preventif lebih baik dilakukan, salah satunya adalah dengan cara mengatur pemakaian peralatan yang memancarkan radiasi agar tidak berlebihan dan jika perlu memasang alat anti radiasi .Konon tanaman yang sering disebut sebagai "Lidah Mertua" bisa mengurangi dampak radiasi dari peralatan elektronik di rumah kita karena fungsinya yang mampu menyerap pancaran radiasi itu sendiri dari sumbernya. Sansevieria andalan itu dari jenis Bolpho Pyllom asal Amerika. Jenis ini adalah salah satu jenis sansevieria silindris langka yang biasa hidup di gurun pasir (Sumber Depkes)

Obat untuk Kesehatan
Untuk kesehatan, getah lidah mertua dapat digunakan sebagai obat antiseptik. Jika direbus, akarnya bisa dimnfaatkan untuk tonik penyegar rambut dan obat wasir. Sedangkan bagian daunnya bila dibakar, bisa menyembuhkan sakit kepala dan demam. Selain dibakar, daun juga dapat direbus untuk perawatan diabetes.

Tanaman asli benua Afrika ini memiliki manfaat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan menjaga kesehatan tubuh bagi manusia. Seluruh bagian tanaman ini dapat dijadikan sebagai obat herbal, kata Hj. Lien Said, Dewan Penasehat Komunitas Pencinta Sansievieria (tanaman hias lidah mertua) Indonesia (KOMPENSASI), saat ditemui Sinar Tani di Rumah Hortikultura, dalam pagelaran Agrinex Expo 2010, di Senayan, Jakarta.

Beberapa penelitian Sansivieria menggolongkan tanaman ini termasuk dalam material medika karena kandungan kimia dan efek farmakologis secara klinis teruji positif dari daun, buah dan akar. Dari penelitian-penelitian tersebut ditemukan Sansiviera memiliki kandungan antiseptik di beberapa bagian tanamannya terutama pada daun, jelas wanita yang juga memiliki usaha nursery di kawasan Jakarta Selatan ini. Lien mengatakan jenis Sansievieria yang sangat baik untuk dijadikan tanaman obat adalah dari jenis Sansevieria trifasciata 'lorenttii. Menurut penelitian, bagian daun dari Sansivieria trifasciata lorentii ini bisa dimanfaatkan untuk mengobati bengkak, penyakit kulit seperti eksim, sakit gigi, wasir, pencegah flu, dan penawar racun dari binatang berbisa.

Di daerah Afrika, sansevieria telah lama digunakan oleh penduduk lokal sebagai penghalau racun akibat gigitan ular dan serangga. Di beberapa daerah di negara-negara Asia, getah tumbuhan ini digunakan sebagai cairan antiseptik dan daunnya digunakan untuk membalut luka pada tindakan P3K, jelas Lien. Untuk pemakaian obat luar, Lien mengatakan, daun Sansivieria yang telah dicuci bersih kemudian digiling atau ditumbuk halus, kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Dengan pemakaian daun Sansievieria tumbuk ini, penyembuhan lukanya menjadi lebih cepat dan lebih alami sehingga resiko efek samping bisa diminimalisir, jelas Lien.

Selain sebagai obat luar, Lien mengungkapkan, bahwa Sansieviera ini juga bermanfaat untuk mengobati penyakit dalam seperti diabetes. Bagi penderita diabetes, daun tanaman Sansevieria trifasciata 'lorenttii' ini bisa menjadi obat alternatif. Cara penggunaannya, beberapa lembar daun dipotong-potong dan direbus dengan tiga gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Sisa air rebusan ini kemudian diminum kepada penderita, terang Lien. Selain daun, bagian buah dan akar tanaman hias berdaun runcing ini juga dapat digunakan sebagai obat-obatan. Bagian buahnya mengandung senyawa astrigen yang menyejukkan sehingga dapat menurunkan panas, mencegah peradangan, mengobati batu ginjal, radang tenggorokan dan peluruh urin. Bagian Akarnya yang memiliki rasa tawar bermanfaat menurunkan tekanan darah, mengobati diare, sifilis serta wasir.

Perawatan Lidah Mertua
Tanaman ini bisa hidup dengan paparan sinar matahari maupn di dalam ruangan. Tapi bila ingin didimpan dalam ruangan, jangan lupa dijemur seminggu sekali agar tanaman tetap segar. Penyiraman hanya perlu dilakukan 1-2 kali seminggu. Terlalu sering menyiram justru akan membuat tanaman ini dihinggapi bakteri. Ketika menanam juga pilih media tanam tanah, sekam bakar, pasir malang, dan pakis. Untuk pemupukan, lidah mertua cocok dengan pupuk yang lambat urai seperti Osmocote, Dekastar, dan Magamp.

Dari berbagai sumber

Waktu Sisa


SEBERAPA baik sesuatu yang bisa kita persembahkan untuk dzat yang maha pengasih yang telah memenuhi segala kebutuhan kita?
Allah memang tidak pernah meminta balasan atas segala kecukupan yang diberikan kepada manusia, namun benarkah status derajat tertinggi diantara para makhluk membuat manusia lupa berterima kasih dan memberikan yang terbaik padaNya?
Diakui atau tidak diakui Dia telah banyak mengabulkan keinginan kita, entah cepat atau lambat. Mari kita ingat kembali, 24 jam waktu yang diberikan Allah, berapa persen yang kita tunjukkan untuk Dia?
Jangan tanya Rasulullah SAW, yang tingkat keimanannya diatas manusia, sesungguhnya seluruh waktunya tidak pernah lupa tanpa melibatkan Allah.
Bagaimana dengan kita? Allah mungkin seringkali hanya mendapatkan ‘waktu sisa’. Ya benar,  waktu sisa bekerja, waktu sisa berpergian, waktu sisa keluarga, waktu sisa bersenang-senang, bahkan waktu sisa tidur.
Coba ketika adzan berkumandang, ketika itu panggilan Allah meminta kita menghadapnya. Apa sikap kita? Bersegera memenuhi panggilanNya atau ‘Ntar dulu ah’ Ketika adzan shubuh, kita berfikir nantilah jam 6.00 padahal shubuh jam 4.20. Maka Allah mendapat waktu sisa dari tidur kita. Ketika adzan dzuhur, kita menunda lagi sholat hingga akhir waktu dzuhur dengan berbagai alasan, sibuk bekerja, sedang makan siang, dll. Maka Allah kembali mendapat waktu sisa dari kesibukan kita. Demikian pula waktu ashar, maghrib dan isya.
Allah selalu mendapat waktu sisa dari waktu tidur siang kita, dan sisa dari waktu mencari rezeki. Padahal ketika seseorang paham bahwa yang mengatur rezekinya adalah Allah, dia tidak perlu takut kehilangan rezekinya akan diambil orang. Karena hidup, mati, rezeki telah Allah tetapkan sebelum seseorang lahir. Tidak akan berkurang rezeki itu hanya karena kita sebentar meninggalkan urusan dunia untuk melakukan shalat tepat waktu.
Sesungguhnya hati yang terkunci itu adalah ketika usia terus bertambah namun kesadaran keimanan bukan bertambah baik namun bertambah buruk.
Sebegitu besarnya kasih sayang Allah pada kita. Mengapa kita hanya bisa memberi waktu sisa?


Source : Islampos

Kamis, 17 April 2014

Apa yang Anda Pikirkan?


KATA-kata itu bisa teman-teman jumpai di beranda facebooknya masing-masing. Perlu teman-teman facebooker ketahui bahwa islam telah mengjarkan tradisi berpikir (Tafakur) kepada umat-Nya. Dalam lembar cinta-Nya Allah SWT berfirman:
“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam kedaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka,” (QS. Al-Imran: 191).
Pedoman ayat di ataslah sebenarnya yang mendorong kita untuk selalu berpikir. Bukankah perubahan, perbaikan dan pengembangan diri selau dimulai dari pikiran kita?
Anis Matta pernah mengatakan “Kekuatan kepribadian kita akan terbangun saat kita mulai memikirkan pikiran-pikiran kita sendiri, memikirkan cara kita berpikir, memikirkan kemampuan berpikir kita, dan memikirkan bagaimana seharusnya kita berpikir”.
Menelaah dari ungkapan sarat makna di atas bahwa akar dari semua tindakan, perilaku, kebiasaan dan karakter adalah pikiran kita. Dalam hal inilah kita perlu mengevaluasi diri tentang tradisi berpikir kita.
Muhasabah Diri
Coba kita renungkan bersama, pernahkah kita galau jika pada hari ini tak selembar pun Al-Qur’an kita baca? Pernahkah kita guling-guling sambil bilang WOW tatkala banyak maksiat yang telah kita perbuat? Bukankah Allah seringkali mengingatkan kita afala tatafakkarun  ‘tidakkah memikrkannya?’
Ketika kita terbiasa mengevaluasi jarak kedekatan kita kepada zat Yang Maha Agung Allah SWT maka sejak itu pula kita telah melatih diri kita agar berpikir (tafakur) untuk mensyurgakan peran. Alhasil muhasabahlah yang mampu memediasi keterpurukan hati-hati kita tatkala kondisi iman sedang kering kerontang.
Siang dan malam telah menjadi saksi atas perbuatan-perbuatan kita selama satu hari ini. Jika perbuatan itu bernilai ibadah maka akan semakin mendekatkan kita kepada Allah. Tapi jika perbuatan itu bernilai keburukan maka hanya kesia-siaanlah yang kita dapat.
Semoga ini bisa menjadi renungan di peraduan malam sebelum kita melangkahkan kaki  menuju ‘pulau kapuk’. Serta menjadi bahan evaluasi terhadap amalan yaumiah apa yang telah kita kerjakan. Wallahu a’lam bish-shawab
Source : Islampos

Rabu, 16 April 2014

Jauh Sebelum Newton, Al-Quran Berbicara Soal Gravitasi


PERNAHKAH kita berpikir, kenapa bumi, matahari, bintang, bulan, planet, tatasurya tidak jatuh dan tidak berbenturan satu sama lainnya? Begitu juga lautan, gunung juga bumi tempat kita berpijak dan menetap ini tidak goyang, stabil dan kukuh pada tempatnya?

يقول تعالى: (اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَارًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ) [غافر: 64].

“Allah yang menjadikan buat kamu bumi sebagai tempat menetap dan langit sebagai bangunan, dan membentuk kamu lalu membaguskan bentuk kamu serta memberi kamu rezeki yang baik-baik. Demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, maka Maha banyak anugerah Allah, Tuhan semesta alam”. Q.S. Ghafir; 40:64

PENJELASAN AYAT

Dalam ayat ini Allah berbicara tentang aneka anugerah-Nya yang dibentangkan di hadapan kita, yaitu dijadikannya bumi sebagai tempat menetap dan langit sebagai bangunan, dan membentuk rupa dan postur manusia dalam aneka bentuk yang berbeda satu dengan yang lain, serta memberi rezeki yang baik-baik dan bermanfaat.

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengatakan kata (qararan) yakni bumi sebagai hamparan dan tempat menetap dalam kondisi stabil dan layak buat kehidupan kamu walau dia senantiasa beredar. Berkat rahmat dan karunia-Nya, Allah SWT menjadikan bumi ini terhampar luas dalam kondisi stabil. Kenapa demikian?

FAKTA ILMIAH

Dalam riset ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan terdahulu, mereka mengatakan bahwa semua benda memiliki gaya Gravitasi yaitu gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Berat suatu benda adalah hasil kali massa benda tersebut dengan percepatan gravitasi bumi.

Ilmuwan pertama yang mengungkap hukum Gravitasi Bumi ini adalah Isaac Newton pada abad 17, ia menjelaskan semua benda-benda di angkasa memiliki massa. Begitu juga bumi memiliki massa yang sangat besar yang menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di bumi. Karena gravitasi inilah maka semua benda di alam raya ini menyatu hingga atmosfer (lapisan udara).

Jika bumi tidak memiliki gaya gravitasi, benda-benda di alam raya ini akan tersebar, begitu pula bumi, matahari, dan sebagian besar benda makroskopik di alam semesta. Gravitasi dikenal juga sebagai agen yang memberi bobot ke objek dengan massa dan menyebabkan mereka untuk jatuh ke tanah ketika jatuh.

SISI ILMIAH MUKJIZAT AL-QUR’AN

Para ulama yang mendalami kemukjizatan al-Qur’an mengatakan bahwa Allah telah mengisyaratkan tentang nikmat yang dianugerahkan-Nya kepada kita jauh sebelum para ilmuwan melakukan penelitian tentang gravitasi, yaitu dijadikannya bumi sebagai tempat menetap (“Allah yang menjadikan buat kamu bumi sebagai tempat menetap” ) dan juga kestabilan segala sesuatu yang berada di atasnya karena sebuah sistem yang disebut “sistem gravitasi bumi”.

Subhanallah…

Source : Islampos

Selasa, 15 April 2014

Pesona Waktu


Oleh: Ustadz Kemas Mahmud Al-Hanif, Trainer Motivasi dan Penulis Buku “Agar Usia Tak Sekedar Angka”
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Assalaamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh…
WAKTU teramat berharga untuk disepelekan, karena tak sesederhana kata yang terucap. Ia diam seribu bahasa, sampai- sampai manusia seringkali tidak menyadari kehadiran dan melupakan nilainya, walaupun segala sesuatu, selain penciptanya, tidak akan mampu melepaskan diri darinya.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr : 1-3).
Waktu terus berjalan tanpa mau menunggu sedetik pun. Tanpa sadar, kita sudah dibawanya pada sebuah penyesalan bila tidak bersungguh – sungguh memanfaatkannya.
Waktu ibarat pulsa pada HP, bayangkan apabila anda memiliki pulsa Rp. 48.000,- setiap paginya, dan masa aktif pulsa itu akan habis pada malam harinya. Tentunya kita akan menggunakannya dengan semaksimal mungkin , dengan menelepon, sms kepada kerabat-kerabat dan lain sebagainya. Karena jika tidak, rugilah kita. Pulsa itu akan hangus terbuang percuma.
Pada hakikatnya semua manusia diberi modal waktu untuk hidup, yaitu umur yang telah ditetapkan baginya. Modal itu setiap hari, jam, menit dan detiknya berkurang. Sebuah hal yang mesti kita renungkan agar kita tidak mendapatkan kerugian nantinya.
Tidak terbit fajar suatu hari, kecuali dia berseru,”Putra-putri Adam, aku waktu, aku ciptaan baru, yang menjadi saksi usahamu. gunakanlah aku karena aku tidak akan kembali lagi pada hari kiamat.”
( Kitab Syuruth An-Nahdah).
Kita hidup dalam tiga waktu, pertama hari kemarin. Kita tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi, tak bisa menarik perkataaan yang telah terucapkan, tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulang kegembiraan yang kita rasakan kemarin.
Kedua, hari esok. Hingga mentari esok terbit, kita tak tahu apa yang akan terjadi, kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari, kita tak bisa melihat sedih atau ceria esok hari.
Yang ketiga adalah hari ini. Pintu hari kemarin telah tertutup. Pintu hari esokpun belum tentu terbuka. Maka buatlah yang terbaik hari ini. Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini, bila mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan kekuatan esok hari. Hiduplah hari ini, karena yang ada adalah hari ini. Perlakukanlah setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada kita. Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa kita menunjukan penghargaan pada orang lain, bukan karena siapa mereka, tetapi siapakah diri kita.
Jadi jangan biarkan masa lalu mengekang atau membuat bingung. Lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga.
“Kenyataan hari ini adalah kumpulan perbuatan masa lalu,
dan mimpi- mimpi kita esok hari adalah kenyataan yang kita lakukan hari ini.”
Semoga bermanfaat. Sahabat fillah, tetap istiqomah dan semangat menjalani hari-harimu.

Source : Islampos